Friday, January 10, 2014

Tips Memilih Kamera DSLR buat yang Baru Belajar Pemula dan Amatir

Tips Memilih Kamera DSLR untuk yang Baru Belajar Pemula AmatirHari ini, ada beberapa sahabat yang tanya lagi ke saya dan ini pertanyaan seribu umat serta selalu berulang kali ditanyakan:

“Mas, saya ingin punya kamera DSLR dan saya baru pemula, sedang belajar, masih amatir, kamera apa dan tipe mana ya yang cocok untuk saya? Bagus mana Nikon atau Canon? Tipe yang paling bagus yang mana? Harganya berapa?”

JAWAB SAYA begini:

“Tidak ada kamera DSLR merek atau tipe apapun yang hanya diperuntukkan untuk pemula, amatir, yang baru belajar, bahkan profesional atau pun senior saja. Saya punya teman, baru seminggu motret sudah beli Canon 5D dengan lensa 24-70 mm L-Series. Ada juga yang genap setahun motret, beli Nikon D3x full lensa super mahal semua.

Nah, ada juga, seorang sahabat fotografer yang sudah profesional, karyanya mahal, kamera milik pribadi dan dibawa kemana-mana hanya Nikon D80 saja, bahkan untuk keperluan tertentu beliau hanya sewa. Lalu, kalau sudah begini, apakah ada kamera tipe atau merek tertentu yang diperuntukkan khusus bagi kelas tertentu? Tidak bukan?

Bagus mana antara NIKON atau CANON?

Semua tergantung selera. Semua bagus. Tidak mungkin Nikon atau Canon atau pun merek lain selain itu, mengeluarkan barang yang tidak bagus. Semua pasti telah melalui quality control yang ketat. Untuk yang sedang belajar, akan lebih indah dan lebih hebat jika kelak setelah beberapa kali pakai dan gonta-ganti kamera, Anda bisa mengetahui mana yang paling bagus untuk Anda sendiri ya…

Tipe mana yang paling bagus dan harganya berapa?

Bicara tipe yang bagus mana, jika tipe atau spesifikasinya sama antara beberapa pilihan, ambillah seri yang keluarnya paling baru. Pada merek Canon, semakin angka tipenya sedikit semakin baguslah tipe tersebut, misalnya dari 1000D, 550D, 60D, 7D, 1D. Pada merek Nikon, hampir sama, hanya ada beberapa perbedaan saja. Untuk masalah harga dan penjelasan detilnya, silahkan “googling di yahoo” saja ya… hehehe… :)

KESIMPULAN SAYA:

Belilah kamera yang sesuai dana atau budget yang Anda punya. Belilah merek yang di lingkungan Anda paling banyak menggunakannya, alasannya: agar Anda mudah belajar bersama. Jika ada apa-apa, Anda bisa langsung tanya pada teman Anda yang memiliki kamera dengan merek yang sama.

Jika takut rusak, belilah yang sederhana saja, yang harganya masih tergolong murah dan terjangkau oleh kita. Esok, pada tahap tertentu, jika kita sudah merasa layak beli yang lebih mahal dan super wah, belilah apapun dan harga berapapun saja. Toh itu duit-duit Anda. Tidak ada yang melarangnya kan? hehehe… :D”

sumber : http://blog.poetrafoto.com/

Fotografi Abstrak

Fotografi Abstrak - Gambar abstrak sendiri lebih didasarkan pada bentuk, warna dan garis daripada detil gambar. Fotografi abstrak tersebut dapat menghasilkan foto-foto yang sangat menarik. Akan tetapi, orang akan sangat cenderung merasakan gambar abstrak secara berbeda ketimbang gambar lainnya.


Di lain pihaknya, kebanyakan fotografer cenderung lebih memikirkan detil ketika mempertimbangkan subyek fotografi. Untuk mengenali kemungkinan fotografi abstrak, seseorang harus belajar untuk melihat dunia secara berbeda.

Mendefinisikan Fotografi Abstrak

Fotografi abstrak tidak memiliki definisi yang secara umum diterima. Tentu saja membuat suatu definisi kongkrit dari suatu konsep abstrak memang sedikit menantang. Bagaimanapun juga perlu untuk membuat suatu definisi untuk tulisan ini. Dengan begitu, batasan dapat ditempatkan di sekitar subyek. Maka, akan lebih mudah untuk memutuskan apa yang cocok dengan pokok bahasannya. Untuk tulisan ini, definisi fotografi abstrak sebagai berikut.

Fotografi abstrak:

* Tidak menampilkan subyek secara harafiah.
* Utamanya berkomunikasi melalui bentuk, warna, dan garis ketimbang detil gambar.

Mengapa Fotografi Abstrak?

Tentu saja, pertanyaan pertama yang harus ditanyakan ialah mengapa seseorang harus mengambil gambar abstrak. Mengapa seorang fotografer memfokuskan diri untuk mengambil gambar abstrak ketika ada kesempatan fotografi lainnya di sana?

Ada dua alasan utama. Yang pertama ialah gambar abstrak dapat benar-benar memukau jika dilakukan dengan baik. Hal itu merupakan alasan yang paling penting. Namun, ada alasan lainnya. Gambar abstrak dapat dibuat di mana saja seseorang kebetulan berada. Itu berarti bahwa anda dapat membuat gambar abstrak di rumah anda, di halaman belakang, atau di lingkungan anda. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya bepergian yang biasanya diperlukan untuk jenis fotografi lainnya.

Hal Yang Mendasar

Fotografi abstrak memiliki tiga hal mendasar: bentuk, warna, dan garis. Penting bagi seorang fotografer abstrak untuk memikirkan tiga hal mendasar ini.

Bentuk

Bentuk merujuk pada bentuk obyek. Bentuk berfungsi sebagai struktur di mana sebuah gambar abstrak dibuat. Pada dasarnya, bentuk menciptakan jantung dari sebuah gambar, sedangkan warna dan garis membuatnya lebih kaya. Oleh sebab itu, sangat penting bagi sebuah gambar abstrak untuk dimulai dari bentuk yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan memilih obyek dengan bentuk yang menyenangkan, menarik, atau dinamis.

Tentu saja, pertanyaan selanjutnya ialah, "Apa itu bentuk yang baik?" Namun, hal itu harus dipahami bahwa fotografi abstrak lebih merupakan bentuk seni naluriah. Artinya, orang bereaksi terhadapnya secara emosional ketimbang secara logis. Makanya, perlu untuk memperlakukan bentuk dengan cara yang sama. Perlu untuk menempatkan objek yang menciptakan reaksi emosional. Jadi, ketika anda melihat suatu obyek dan berpikir, "Wah, itu menakjubkan", anda telah mendapatkan sebuah bentuk kuat.

Warna

Warna menarik perhatian orang yang melihat. Sebagai tambahan, hal tersebut menstimulasi sistem persepsi orang yang melihat. Warna juga berfungsi untuk menahan perhatian orang untuk sesaat. Ketika perhatian orang mulai terpecah, warna membantu membawa kembali perhatian orang.

Menggunakan warna penuh atau warna intens merupakan salah satu pendekatan penggunaan warna. Pendekatan lainnya ialah menggunakan warna yang kontras.

Garis

Garis berfungsi sebagai bumbu penyedap gambar abstrak. Hal itu dikarenakan garis mengontrol pergerakan mata orang yang melihat. Ada beberapa cara penggunaan garis. Yang pertama, garis dapat menambah ketertarikan dengan membantu mengarahkan perhatian ke bagian pusat gambar yang menarik. Hasilnya ialah pusat perhatian yang lebih kuat serta gambar yang lebih baik.

Cara yang kedua di mana garis dapat menambah ketertarikan agak bersifat tidak kentara atau halus. Dalam kasus ini, garis tidak menunjuk pada pusat perhatian. Alih-alih, garis terangkai dalam gambar secara elegan atau dinamis. Meskipun faktanya bahwa garis tidak merujuk pada pusat perhatian, garis tersebut berfungsi untuk mengontrol mata orang yang melihat. Dengan pendekatan ini, perhatian orang akan berputar-putar di sekitar garis. Oleh karena itu, perhatian orang telah terfokus pada gambar.

Ringkasnya, bentuk, warna dan garis memberikan kita awal yang baik untuk menghasilkan foto abstrak yang menarik. Di lain pihak, masih banyak bagian lain lagi yang bisa ditelusuri dalam fotografi abstrak.

sumber : forum.kompas.com



































Kategori Fotografi

Sebeneranya ada banyak kategori dalam fotografi, namun hanya sebagian yang akan dibahas di sini. Contohnya adalah sebagai berikut.


Abstrak
Foto-foto obyek yang mengutamakan keindahan komposisi, permainan bentuk dan warna, elemen-elemen grafis dan tekstur.

Arsitektur
Foto-foto yang menampilkan kecantikan bangunan buatan manusia, seperti gedung dan jembatan

Landscape
Foto-foto yang obyeknya adalah pemandangan alam yang unsur utamanya berupa unsur-unsur tak hidup seperti tanah, air, langit atau kombinasi ketiganya, dan berbeda dengan kategori Nature yang menonjolkan obyek-obyek berupa makhluk hidup

Makro
Foto-foto benda kecil yang ditampilkan dengan perbesaran 1:2 atau lebih

Manusia
Bahasa kerennya adalah foto human interest, obyek utamanya berupa manusia secara individual dan kelompok, yang utamanya ditujukan untuk menampilkan mood dari obyek foto

Nature
Segala fenomena alam, satwa liar hidup di habitat aslinya serta tumbuh- tumbuhan liar yang hidup di habitat alaminya.
 
Panggung
Foto-foto pertunjukan di panggung, seperti konser musik, pentas showbiz, pertunjukan tari dan pentas teater

Pernikahan
Foto-foto yang berkaitan dengan pernikahan, mulai dari pre-wedding, liputan, candid dan sebagainya.

Pets
Foto-foto binatang peliharaan

Potret
Foto-foto dengan obyek manusia, baik secara individual maupun kelompok, dengan bergaya portrait yang menonjolkan unsur personality obyek foto

Satwa
Foto-foto hewan yang masih hidup di habitat alaminya, atau yang hidup di habitat buatan manusia yang mirip dengan aslinya, seperti taman nasional dan taman safari. Berbeda dengan kategori Pets yang obyeknya berupa hewan peliharaan yang sudah jinak

Transportasi
Foto-foto moda transportasi, baik darat, laut maupun udara, bisa berupa pesawat terbang, kereta api, perahu, kapal, bis dan truk
 
sumber : fotografer.net

Teknik dasar

Kita punya teman bernama fotografi, teman sempurna dalam berpergian, dinas ke daerah, ziarah, piknik, mudik atau mendaki bukit. Fotografi bikin kita percaya diri jelajahi tempat yang kita kunjungi, orang-orang yang kita jumpai; fotografi bikin perjalanan jadi lebih berarti, dan bersamanya kita nikmati asyiknya mencintai seni. Fotografi membuat kita lebih bersyukur atas anugerah penglihatan dan kesempatan melihat tanda-tanda keagungan Ilahi. Nikmat yang tak dapat diukur dan ditakar.

Fotografi menjadi alasan kuat untuk aktivitas kita, pergi mengunjungi berbagai tempat yang sebelumnya tak punya niat, pulang telat, membeli alat, dst. Hasrat membara untuk dapatkan bidikan yang mantap mendorong kita bersusah payah mengeksplore sebuah tempat hingga semak belukar, memutar-mutari apa yang akan kita ambil gambarnya, mencari-cari sudut pengambilan untuk menemukan keunikan dan keindahan yang tak terlupakan, kadang pencarian ini juga beresiko fatal jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan nalar.

Menemukan viewpoint terbaik adalah perisitiwa besar, jantung anda berdebar, lama mata anda menatapnya dengan berbinar, anda mungkin berpikir, apakah ini waktu yang tepat untuk mengambil gambar, anda mungkin akan mendirikan tenda dan menunggu moment terbaik dari waktu ke waktu, dari fajar hingga asar, dari Maret hingga Desember. Anda menjadi seorang yang ulet dan sabar.

Ketika anda menekan shutter release, anda mengikat sebuah jalinan pribadi yang manis dengan tempat dan orang-orangnya. Anda di sana . Fotografi melindungi kenangan perjumpaan anda dengan apa yang ada di dalamnya. Lalu kita perlihatkan kepada yang lain tentang tempat dan suasana yang menarik di mana kita pernah di sana , pemandangan yang menakjubkan, orang-orang yang mengagumkan. Jiwa anda pun tergambar.

Gambar-gambar suka mempengaruhi pikiran kita, suka menggoda kita, memaksa kita untuk bermain di dalamnya atau berimajinasi dengannya. Foto-foto yang kita buat dapat mendorong orang lain untuk ingin mengalami sendiri keindahan atau keasyikan yang disajikan foto tersebut. Tentu saja, foto pemandangan yang indah dan model yang seksi akan membangkitkan keinginan dan imajinasi yang berbeda. Keinginan yang timbul tanpa sadar.

Siapa saja bisa menjadi anggota fotografer.net. Artinya siapa saja bisa memotret. Dengan tambahan pikiran kreatif dan usaha yang tak kenal surut, anda dapat menciptakan gambar hebat yang menunjukkan kreasi dan interpretasi anda terhadap apa yang anda lihat dan jepret. Memang kecepatan dan percepatan pencapaian tiap orang akan berbeda, satu bisa terkejar yang lain, tetapi tak apa itu wajar. Tak usah gusar.

Untungnya, bagus tak perlu mahal, foto bagus bisa dibuat dengan peralatan minimalis dan sedikit pengetahuan data teknis. Rahasianya adalah melihat secara artistik dan kritis. The art of seeing. Bisikanlah pertanyaan ini di dalam hati: Apa yang saya lihat, dan bagaimana saya melihatnya? Sebuah foto bagus punya kualitas yang menunjukkan keahlian, rasa seni, ketertarikan, dan kepribadian dari fotografernya. Maka kita bisa tahu foto bagus siapa. Tapi tak bisa tahu foto jelek siapa, tanya kenapa?

Apa yang Membuat Foto Bagus?

Foto bagus adalah foto yang berisi pesan. Pesan bisa berupa pernyataan (?Inilah Danau Toba?), kesan (?Suasana Senja di Danau Toba?), atau ungkapan emosi (?Jatuh Cinta di Danau Toba?). Pesan yang bagusadalah pesan yang jelas, tegas dan efektif. Tapi bagaimana?

Pesan butuh sebuah subjek. Tentang apa yang ingin anda sampaikan. Itu bisa saja berupa seorang yang anda kenal, pemandangan, atau bentuk-bentuk abstrak. Subjek adalah pusat POI dan biasanya ditempatkan di foreground. Lalu kita menyusun pesan dengan memasukkan bagian kedua, yakni context, seringkali berupa background. Context memberikan relevansi, keberadaan, lokasi subjek, atau minat lainnya. Pesan adalah kombinasi dua elemen ? subjek dan context, foreground dan background ? yang menceriterakan pesan tersebut.

Seperti pentingnya mengetahui apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam pesan, kita juga perlu tahu apa yang tak perlu dimasukkan ke dalam pesan. Apasaja yang bukan bagian dari subject atau context dari pesan yang kita buat, maka itu hanyalah duri atau beling yang mengganggu, menggores-gores foto dan membuat pesan kita menjadi tidak jelas. Jadi kurangi bagian-bagian yang tidak relevan di sekitar POI ? biasanya dengan beringsut lebih dekat ke arah subject, atau berpindah untuk mendapatkan viewpoint yang lebih baik ? dan membuat bidikan yang jelas dan bersih. Seorang pelukis menciptakan seni dengan penambahan ? menambahkan apa yang dia lukis ? sementara fotografer menciptakan seni dengan pengurangan ? mengurangi bagian-bagian yang tidak perlu.

Resep untuk sebuah foto yang bagus adalah:
"Sebuah latar depan, sebuah latar belakang, dan tidak ada yang lain."



Apa yang Membuat Foto Luar Biasa?

Foto luar biasa langsung memukau mata. Sementara pepatah bilang: picture may say a thousand words , maka foto luar biasa hanya mengatakan satu kata saja: ?Wow!?

Foto luar biasa adalah karya seni. Ia merekam semangat dari subjek dan membangkitkan emosi. Bob Krist menyebutnya ?The Spirit of Place.? Anda juga dapat menggunakan trik-trik gamblang untuk membuat terpesona pengunjung galeri foto anda. Mari kita lihat bagaimana caranya.

Sebuah gambar adalah sebuah taman bermain, terdapat tempat-tempat di mana mata kita mengembara dan mengamati, juga ruang di mana mata kita beristirahat dan relaks. Ketika kita pertama melihat sesuatu, kita bersikap untuk tidak terpengaruh. Mata kita lalu secara alami menemukan cahaya, area terang, dan mencari orang, biasanya pada mata dan mulutnya. Apakah kita tahu orang yang ada di dalam gambar? Apa yang mereka rasakan dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan kita? Apakah mereka tergambar memperhatikan pada sesuatu? Jika begitu, apakah kita mengenalinya (sebuah bangunan, sebuah landmark) dan seperti apa ia? Tentang apakah gambar tersebut? Apa subjek atau tujuan utamanya? Seberapa besar subjeknya? Kita menentukan skala dengan membandingkan elemen-elemen dengan sesuatu yang kita ketahui ukurannya, seperti orang, binatang, atau mobil. Sekali kita selesai mengamati orang dan elemen-elemen yang berkaitan, kita melanjutkan perhatian kita ke elemen-elemen yang lebih abstrak.

Pertama kita memperhatikan warna atau tone subjek. Merah membara, biru nan tenang, hijau natural, hitam mencekam. Lalu kita melihat bentuk. Kurva lembut, sudut kaku, garis-garis yang menyapu. Bagaimana cahaya mengenai subjek memberikan bayangan halus bentuk tiga dimensinya. Anda, sebagai fotografer, dapat memanipulasi ini semua dengan mencari terang dan gelap, menggeser intensitas dari tone dan hue. Bagaimana mata terseret ke dalam gambar?

Bentuk membimbing kita pada tekstur, bagaimana subjek terasa dalam sentuhan. Lembutkah ia, haluskah ia, keras atau kasar? Apakah memiliki karakter dan kehangatan? Cara elemen-elemen disejajarkan dan dipengaruhi oleh cahaya yang sama, membuat kita mempertimbangkan kualitas dan keterkaitan mereka. Keseimbangan menuntun mata kita dari satu elemen ke elemen yang lain, meneliti kesatuannya, kontras, dan detailnya, setiap item menambah keasyikan ke item berikutnya. Apa keterkaitan satu sama lain dari semuanya itu?

Sebagai seniman, anda dihadapkan pada pilihan yang akan mengungkap sense of the art anda. Komposisi secara keseluruhan, proporsi layout, penyajian elemen-elemen lain yang penting, anda dapat menentukan feature mana yang anda butuhkan, dan apa yang terbaik untuk menegaskan pesan anda.

Resep untuk foto luar biasa adalah:
?Pertimbangkan bagaimana elemen-elemen berkaitan secara keseluruhan?.



Apa yang Membuat Foto Eye-Catching?

Kembali kepada sifat eye-catching dari foto luar biasa, berikut rahasianya, 4 kunci saja: kesederhanaan, warna, cahaya dan kedalaman.

Kesederhanaan : Kesederhanaan dalam seni juga dikenal dengan sebutan visual economy , yakni mengeliminasi semua elemen atau detail yang tidak perlu yang tidak ada kontribusinya pada semangat komposisi secara keseluruhan.


Kesederhanaan dapat dicapai dengan beberapa cara:

    * kurangilah jumlah dan tipe objek yang akan dibidik
    * memotret lebih dekat pada subjek, atau zooming bila lensanya bisa di-zoom
    * anda bisa juga menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu melalui jalur photoshop


Warna : Untuk menciptakan dampak pada foto anda adalah dengan mencari corak warna yang menonjol. Merahnya bunga, birunya langit, kuningnya senja, atau hijaunya dedaunan. Sekali lagi, kesederhanaan adalah kunci ? cobalah untuk mengurangi jumlah dan tipe warna dalam bidikan anda untuk lebih memberikan dampak. Secara umum, sebuah foto sebaiknya hanya memiliki satu subjek utama dan satu warna utama. Konsentrasikan hanya pada satu dari tiga warna primer: merah, biru atau kuning. Tiga warna dominan ini sangat baik diseimbangkan dengan warna-warna komplemennya, yaitu: merah dengan hijau, biru dengan oranye, dan kuning dengan ungu.

 Ada beberapa cara untuk menonjolkan warna, pertama adalah dengan menggunakan filter polarizer. Cara yang kedua dengan membatasi range gelap ke terang. Singkirkan area yang terlalu gelap atau terlalu terang dibandingkan dengan subjek utama anda. Cara ketiga dengan menggunakan slide film Velvia. Cara keempat: pilih waktu terbaik sesuai dengan maksud foto anda:

    jam 5 : Fajar : warna pink, cahaya yang sangat halus dan kabut tipis untuk danau, sungai dan pemandangan.

    jam 6 : Sunrise : Cahaya renyah, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap timur.

    jam 10 ? 14 : Tengah hari : tidak cocok untuk pemandangan dan motret orang, tetapi bagus untuk motret gedung-gedung dan monumen. Warna-warna bangunan dan detailnya terekam sangat baik.

    jam 14 ? 16 : Sore hari : Langit biru dengan polarizer.

    jam 16 ? 18 : Senja hari : Cahaya yang hangat, keemasan. Pas untuk subjek-subjek menghadap barat. Waktu terbaik untuk landscape dan orang, khususnya satu jam sebelum sunset.

    jam 18 ? 18.30 : Sunset : Langit yang indah, mulai 10 menit sebelum sunset sampai 10 menit sesudahnya.

    jam 18.30 ? 19.30 : Magrib : Foto malam yang indah, lampu-lampu sudah bernyalaan sedangkan langit masih nampak keunguan.


Cahaya : Pencahayaan yang baik seringkali menjadi kunci foto-foto juara. Penggunaan cahaya siang hari secara efektif dapat juga memperbaiki foto anda. Untuk mencapai foto seindah di ?National Geographic?, fotolah ketika cahaya berwarna keemasan ? muncul sesudah sunrise dan sebelum sunset, sering disebut ?magic hours? di kalangan fotografer. Coba lihat lagi rincian dari waktu-waktu terbaik di atas.

Kedalaman : Sertakan rasa kedalaman pada foto anda. Kedalaman dapat dicapai dengan pengaturan DOF, penempatan elemen-elemen di dalam foto, dan pencahayaan.

sumber : fotografer.net

Fotografi...

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.


sumber : wikipedia